photo

Harapan Baru untuk Nandhita: Salurkan Bantuan Pendidikan di Tengah Keterbatasan

Pendidikan adalah jalan utama meraih masa depan yang lebih baik, namun bagi Nandhita Aisyah Abadi, jalan tersebut harus dilalui dengan perjuangan ekstra. Siswa kelas XII SMK YP 17-2 Malang ini terancam terkendala kelulusannya akibat beban tunggakan sekolah yang menumpuk sejak awal kelas X, meliputi biaya ujian, kegiatan praktik, hingga pelaksanaan magang dengan total mencapai Rp1.900.000.

Bukan tanpa alasan biaya tersebut tertunggak. Nandhita tumbuh dalam keluarga berpenghasilan terbatas dengan 10 anggota keluarga. Beban pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari kian terasa berat karena mereka harus berbagi atap rumah bersama 12 jiwa, termasuk kakek dan neneknya yang membutuhkan perawatan khusus akibat penyakit stroke. Dalam kondisi ekonomi yang serba pas-pasan, memprioritaskan biaya pendidikan menjadi tantangan besar bagi keluarga Nandhita.

Melihat kondisi tersebut serta mendesaknya kebutuhan pelunasan biaya sekolah jelang kelulusan, Nurul Hayat hadir memberikan intervensi nyata. Meskipun penggalangan dana program Bantuan Pendidikan Dhuafa ini masih terus berjalan dan perolehannya belum sepenuhnya memenuhi target, Nurul Hayat memutuskan untuk menyalurkan bantuan tahap awal sebesar Rp1.500.000 guna meringankan beban tunggakan Nandhita.

Langkah ini diambil agar Nandhita dapat terus fokus menuntaskan masa studinya di bangku kejuruan tanpa dibayang-bayangi kekhawatiran administrasi. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya. Semoga kebaikan yang ditanamkan menjadi pembuka jalan keberkahan dan motivasi bagi Nandhita untuk meraih cita-citanya.

Dukungan Anda masih sangat dibutuhkan agar seluruh tunggakan dapat terlunasi sepenuhnya dan program bantuan pendidikan dapat menjangkau lebih banyak siswa yang membutuhkan.


Bagikan ke Teman





Rekomendasi Artikel